Seni dalam Memimpin ala KISS | Mas Wahyu Didik

Seni dalam Memimpin ala KISS

| October 29, 2017 | 0 Comments

Tips Leadership: Seni dalam Memimpin ala KISS

Artikel ini mengulas kepemimpinan sebagai seni dalam memimpin. Lebih spesifik strategi memimpin dengan prinsip KISS yang diadaptasi dari militer Amerika Serikat.

 

Suka nonton film action?
Yang bercerita tentang tim pasukan atau pun tokoh utama yang sedang dalam misi berbahaya dan rumit. Dalam melakukan misi tersebut dibutuhkan skill yang mumpuni yang dibutuhkan untuk menerapkan rencana dengan tepat sesuai misi.

 

Film action seperti ini memang menghibur tetapi pada kenyataannya susah diterapkan bahkan tidak realistis dan efektif.

 

Padahal kenyataannya, Angkatan Laut Amerika Serikat atau US Navy menerapkan KISS. Ya, dalam operasi kusus, prinsip KISS: Keep it simple stupid diterapkan. Semakin sulit dan rumit suatu rencana maka semakin besar resiko dan peluang terjadinya kekacauan atau bahkan semakin tinggi tingkat kegagalan misinya.

 

Singkatan atau akronim KISS sebagai prinsip desain tercatat di U.S. Navy tahun 1960. Ya, kesederhanaan harusnya jadi sasaran kunci dalan desain alur kerja dan kerumitan yang tak perlu harus dihindari.

 

Prinsip KISS pada dasarnya memandang bahwa kebanyakan sistim berjalan dengan sangat baik jika dibuat sederhana atau simpel dan tidak dibuat ribet atau rumit.

 

Hal yang ribet bikin senewen dan yang rumit bikin pusing.

Saya sendiri suka yang sederhana.

 

Sebagai pemimpin tim, jika secara rutin Anda membuat strategi dan rencana Anda seserhana atau simple maka akan mudah bagi tim Anda tak hanya mengingat tujuan secara menyeluruh setiap hari tetapi juga memiliki keluwesan dalam memecahkan masalah ketika masalah atau rintangan tak terduga muncul. Misi akan berhasil dengan menghindari banyak kekacauan dan kebingungan.

 

Anda boleh memiliki big plan atau rencana konspirasi tingkat dewa tetapi bagi-bagi dengan bagian lebih kecil dengan langkah yang sederhana dan BERI PERINTAH SEDERHANA.

 

Albert Einstein berkata, “Semua seharusnya dibuat sesederhana mungkin, tapi bukan berarti menjadi lebih sederhana.”
Ini berarti Anda harus menyederhanakan desain penerapan rencana Anda dan keberhasilan semakin mungkin tercapai jika kesederhanaan desain dari prosedur maksimal.

 

Anthony Robbins mengatakan, “Kerumitan adalah musih bagi pelaksanaan.”

Rancang rencana yang tak rumit dan jelas serta berikan perintah yang ringkas mudah dipahami.

 

Merancang hal yang sederhana untuk dipahami memang tak mudah, tetapi pelaksanaannya jadi lebih gampang. Kesederhanaan membantu berhasilnya sebuah misi. Rencana seserhana dan jelas ditambah perintah yang ringkas mengurangi resiko kebingungan dan salah paham.

 

Dalam memberi perintah atau instruksi, Anda harus memiliki pemahaman akan apa yang Anda kerjalan.
Albert Einstein pernah mengatakan, “jika Anda tak bisa menjelaskan ini pada anak umur enam tahun, berarti Anda sendiri tak memahaminya.”

 

Sun Tzu dalam Art of War mengatakan, “Jika perintah tak jelas dan terang, jika perintah tidak dimengerti, maka yang salah adalah sang jendral.”
Pelaksanaan KISS, sangat terpengaruh oleh kejelasan dan kesederhanan perintah sehingga mudah diikuti. Pelaksanaan tak akan sederhana jika perintah atau instruksi tak sederhana dan mudah dipahami.

 

Merancang sesuatu menjadi sederhana bukanlah hal mudah. Mengutip kata-kata Steve Jobs, “Fokus dan kesederhanaan telah menjadi mantraku. Sederhana bisa jadi lebih sulit dari pada yang rumit: Anda harus kerja keras agar pemikiran Anda jernih dalam membuat sesuatu jadu sederhana. Pada akhirnya ini jadi berarti karena sekali Anda mencapai kesederhanaan, Anda bisa memindahkan gunung-gunung.”

 

Terapkan KISS dalam merancang prosedur, sehingga alurnya sederhana dan langkah-langkahnya mudah di pahami dan tak ribet.

Terapkan KISS dalam perintah atau instruksi, perintah menjadi simpel, spesifik dan tak rumit, agar mudah dipahami dan jelas.

KISS dalam pelaksanaan atau eksekusi, agar mudah dilaksankan, tentu dengan membagi perintah spesifik untuk tindakan spesifik.

 

Akhir kata, saya akan menutup artikel ini dengan sebuah kutipan.
Albert Einstein pernah berkata, “Pemimpin adalah seorang yang dalam keruwetan ia membawa kesederhanaan, … dari dalam pertentangan, membawa keselarasan.. dan dari dalam kesulitan, membawa kesempatan.”

 

Semoga Anda Sukses dan Bahagia.

Hi, Saya Mas Wahyu Didik, anggota Komunitas Netprenur SB1M, dimana saya berkumpul dan belajar internet marketing, pemasaran online dan mengikuti pelatihan wirausaha Bisnis Online baik dengan berkumpul dalam kelas gathering maupun berkomunikasi dalam group online.

Gabung yuk di SB1M

SB1M 450 x 450 untuk dibawah artikel

Tags: , , ,

Category: artikel

About the Author ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*